KUDUS - Senin pagi, 13 April, Rutan Kelas IIB Kudus disibukkan dengan aksi nyata menjaga kesehatan lingkungan. Suasana gotong royong terasa kental saat petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) serentak membersihkan saluran air dan area brandgang. Langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah komitmen serius untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi seluruh penghuninya.
Air yang menggenang dan sampah yang menumpuk di saluran drainase serta brandgang kerap menjadi sarang penyakit. Menyadari hal tersebut, para WBP, di bawah arahan petugas, bahu-membahu membersihkan endapan lumpur, sampah, hingga gulma liar. Tujuannya jelas, agar aliran air lancar dan tidak ada lagi sudut yang berpotensi menjadi sumber masalah kesehatan.
Seluruh kegiatan ini berlangsung di bawah pengawasan ketat dari staf Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR). Keamanan dan ketertiban menjadi prioritas utama, memastikan setiap langkah berjalan sesuai prosedur. Sebelum aksi dimulai, para WBP juga diingatkan kembali akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, sebuah nilai yang terus ditanamkan dalam program pembinaan kepribadian.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR), Ahmad Abrori, menegaskan pentingnya inisiatif ini. “Saluran air yang bersih dan lancar akan mencegah terjadinya genangan yang berpotensi menjadi sumber penyakit. Ini menjadi perhatian serius kami dalam menjaga kualitas lingkungan Rutan, ” ujarnya.
Lebih dari sekadar bersih-bersih, kegiatan ini merupakan bagian integral dari pembinaan WBP. Melalui aksi ini, mereka diajak untuk menumbuhkan rasa kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Rutan Kelas IIB Kudus bertekad menjadikan kegiatan kebersihan sebagai agenda rutin, demi mewujudkan hunian yang bersih, sehat, layak, dan mendukung penuh proses pembinaan.

David Fernanda Putra