Kembali hadir senyum di wajah para individu yang tengah menjalani masa pembinaan. Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kudus (Rutan Kudus) pada Sabtu, 17 Januari lalu, kembali membuka pintu layanan besuk tatap muka. Sebuah kesempatan berharga bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk kembali merasakan hangatnya kehadiran keluarga tercinta, sesuai dengan jadwal kunjungan yang telah ditetapkan.
Kegiatan yang berlangsung di ruang layanan kunjungan Rutan Kudus ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah denyut kehidupan yang mengingatkan bahwa ikatan kekeluargaan tetap menjadi jangkar kuat di tengah masa sulit. Ini adalah wujud nyata pemenuhan hak mereka, sekaligus upaya tak ternilai untuk merawat jalinan emosional yang krusial bagi perjalanan pembinaan.
Setiap langkah dalam pelaksanaan besuk tatap muka ini dijalani dengan penuh ketelitian. Mulai dari proses pendaftaran pengunjung yang cermat, pemeriksaan identitas yang saksama, hingga peninjauan barang bawaan, semuanya dirancang untuk menciptakan alur kunjungan yang tertib dan aman. Pengaturan waktu dan arus pengunjung pun diperhatikan demi kelancaran, memastikan suasana kondusif tanpa mengorbankan aspek vital keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan.
Abdul Aziis Sinung Wibowo, Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kudus, menegaskan betapa pentingnya layanan ini bagi kesehatan mental para WBP. “Besukan tatap muka kami laksanakan sebagai pemenuhan hak warga binaan untuk bertemu keluarga, sekaligus memberikan dukungan moral selama menjalani masa pembinaan, dengan tetap mengedepankan keamanan dan ketertiban, ” jelasnya.
Melalui inisiatif ini, Rutan Kudus bertekad untuk menyajikan layanan kunjungan yang tidak hanya aman dan tertib, tetapi juga penuh sentuhan humanis. Harapannya, momen berharga ini dapat memberikan dampak positif yang mendalam bagi proses pembinaan, mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih baik, dan mengembalikan semangat optimisme dalam diri setiap warga binaan.

David Fernanda Putra