KUDUS - Di tengah hiruk pikuk Kota Kudus, Sabtu (25/10) lalu, terselip sebuah momen penuh makna. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kudus menunjukkan kepedulian mendalam dengan menyalurkan bantuan sosial bagi keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang berada di bawah naungannya. Inisiatif ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata perhatian dan dukungan moril yang tulus kepada mereka yang keluarganya tengah menjalani masa pidana.
Kegiatan penyaluran bantuan ini merupakan tindak lanjut dari 13 program akselerasi yang digagas oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Paket bantuan yang diserahkan langsung oleh para petugas Rutan Kudus kepada perwakilan keluarga WBP, berisi kebutuhan pokok yang diharapkan dapat sedikit meringankan beban ekonomi yang mungkin dirasakan di masa sulit ini.
Kepala Rutan Kudus, Anda Tuning Supiluhu, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai refleksi kepedulian institusi terhadap kondisi sosial masyarakat, terutama bagi keluarga WBP Rutan Kudus. Ia merasakan betapa beratnya perjuangan keluarga yang ditinggalkan.
"Kami berharap, bantuan ini bisa menjadi penguat moral dan semangat bagi keluarga WBP Rutan Kudus untuk tetap tegar dan terus mendukung proses pembinaan yang sedang dijalani, " ujar Anda Tuning Supiluhu.
Suasana penyaluran bantuan berlangsung tertib dan diselimuti kehangatan. Sejumlah keluarga yang hadir tak bisa menyembunyikan rasa terima kasih dan apresiasi mereka atas perhatian yang diberikan oleh Rutan Kudus. Senyum haru dan ucapan syukur terdengar, menjadi saksi bisu betapa berartinya uluran tangan ini.
Lebih dari sekadar bentuk kepedulian, kegiatan ini juga menjadi jembatan penting untuk mempererat hubungan baik antara petugas Rutan dan masyarakat, khususnya keluarga WBP. Ini adalah langkah nyata dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih humanis dan inklusif, di mana setiap individu, tak terkecuali keluarganya, merasa diperhatikan dan dihargai.

David Fernanda Putra