KUDUS - Di balik dinding Rutan Kelas IIB Kudus, Minggu (16/11), tak hanya tembok yang membatasi, namun juga semangat untuk bangkit dan berkarya. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kini tengah asyik mendalami seni meracik telur asin. Program Bimbingan Kerja (Bimker) ini bukan sekadar mengisi waktu, melainkan sebuah jembatan harapan untuk menata kembali kehidupan di luar sana.
Setiap butir telur bebek yang dipilih dengan cermat, dibersihkan, lalu direndam dalam ramuan garam dan batu bata, adalah saksi bisu proses transformasi. Para WBP belajar dari nol, menguasai seluruh tahapan produksi demi menghasilkan telur asin berkualitas dengan cita rasa otentik yang kelak bisa diterima pasar.
Kepala Rutan Kelas IIB Kudus, Anda Tuning Supiluhu, tak henti menekankan urgensi program ini. Ia melihat langsung bagaimana pelatihan keterampilan sederhana namun berpotensi ini mampu memantik api kemandirian dan meningkatkan produktivitas para WBP.
“Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan yang dapat mereka manfaatkan setelah bebas nanti. Pelatihan ini juga melatih kemandirian serta meningkatkan produktivitas mereka selama menjalani masa pembinaan di Rutan Kudus, ” kata Anda Tuning Supiluhu.
Pemilihan telur asin sebagai fokus pelatihan bukanlah tanpa alasan. Anda Tuning Supiluhu menambahkan, ini adalah upaya menumbuhkan kembali rasa percaya diri dan motivasi para WBP untuk meraih masa depan yang lebih cerah.
“Selain memberikan keterampilan baru, kami juga ingin menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi WBP untuk meraih masa depan yang lebih baik. Telur asin adalah produk yang memiliki peluang besar di pasaran, sehingga bisa menjadi salah satu jalan bagi mereka untuk memulai usaha mandiri nantinya, ” ungkapnya.
Program ini sejalan dengan nilai-nilai SEMARAK (Sehat, Maju, Religius, Aman, dan Kondusif) yang menjadi pedoman Rutan Kudus. Dengan bekal yang mumpuni, diharapkan para WBP tak hanya menjalani masa hukuman dengan baik, tetapi juga siap membangun kehidupan yang mandiri dan produktif setelah bebas.
Lebih dari sekadar keterampilan, program Bimker ini adalah investasi masa depan. Tujuannya jelas: mencetak WBP yang lebih siap menghadapi tantangan di luar, membekali mereka dengan wawasan wirausaha, sekaligus menjadi bagian dari solusi menekan angka residivisme.

David Fernanda Putra