Rutan Kudus Tingkatkan Kemandirian Pangan Lewat Pelatihan Inovatif

    Rutan Kudus Tingkatkan Kemandirian Pangan Lewat Pelatihan Inovatif
    Dok. Humas Rutan Kudus

    Semangat kemandirian pangan dan pemberdayaan yang berkesinambungan kini digaungkan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah. Melalui program terpadu bertajuk “One Stop Training: Budidaya Ikan Air Tawar Berkelanjutan dan Pengolahan Value Added Products melalui SIPANGAN DIGITAL”, sebuah inisiatif baru diluncurkan untuk memperkuat ketahanan pangan di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Kegiatan yang secara khusus diikuti oleh para petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kudus ini, dibuka pada Selasa (04/11), dirancang untuk menghadirkan solusi komprehensif mulai dari hulu ke hilir.

    Pelatihan ini bukan sekadar fokus pada teknik budidaya ikan air tawar yang ramah lingkungan, namun juga menjangkau lebih jauh ke proses pengolahan hasil panen. Para petugas dibekali keahlian untuk mengubah tangkapan ikan menjadi produk-produk bernilai tinggi, seperti bakso ikan, nugget ikan, hingga abon ikan. Pendekatan “one stop training” ini diharapkan mampu menciptakan sebuah siklus ekonomi yang mandiri di dalam Rutan, memberikan manfaat ganda bagi semua pihak yang terlibat.

    Menyambut era digital, pelatihan ini juga mengintegrasikan platform SIPANGAN DIGITAL. Melalui teknologi ini, peserta diajari cara mengelola keuangan, memantau stok, hingga memasarkan produk olahan secara digital. Ini sejalan dengan upaya reformasi birokrasi yang mengandalkan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan sumber daya.

    Kepala Rutan Kelas IIB Kudus, Anda Tuning Supiluhu, menyambut baik inisiatif ini dengan optimisme tinggi. “Pelatihan ini bukan sekadar teori, tetapi sebuah langkah strategis dan implementatif untuk membangun kemandirian pangan di lingkungan Rutan Kudus. Melalui budidaya ikan yang berkelanjutan dan dilanjutkan dengan pengolahan produk bernilai tambah, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi WBP, tetapi juga menciptakan peluang usaha dan melatih keterampilan yang sangat bermanfaat bagi mereka setelah kembali ke masyarakat. Integrasi dengan SIPANGAN DIGITAL akan memudahkan kita mengelola usaha ini secara profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini adalah investasi masa depan untuk kemandirian dan kesejahteraan, ” tegas Anda.

    Harapannya, ilmu dan keterampilan yang didapat para petugas dapat segera ditularkan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Langkah ini merupakan wujud komitmen dalam pembinaan dan pemberdayaan, yang tidak hanya berfokus pada pemulihan, tetapi juga pada pemberian bekal kehidupan yang produktif dan berkelanjutan bagi WBP. Ke depan, produk-produk olahan ikan dari Rutan Kudus berpotensi untuk dipasarkan lebih luas, berkontribusi dalam menggerakkan roda perekonomian lokal.

    pemasyarakatan ketahanan pangan rutan kudus inovasi digitalisasi pemberdayaan
    David Fernanda Putra

    David Fernanda Putra

    Artikel Sebelumnya

    Warga Binaan Rutan Kudus Perkuat Spiritualitas...

    Artikel Berikutnya

    Babinsa Kodim 0722/Kudus Gelar Patroli Mandiri...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Kerahkan 21.707 Personel dan Beragam Alutsista, TNI AD Perkuat Bantuan Kemanusiaan di Sumatera
    TNI–Polri Gelar Patroli Gabungan Perketat Keamanan Puncak Jaya
    Satgas Gulben Kodam I/BB Berhasil Temukan dan Evakuasi Jenazah Korban Banjir di Tapanuli Selatan
    TNI AL Kerahkan KRI dan Helikopter untuk Bantu Korban Bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar
    Ribuan Warga Masyarakat Meriahkan Open Base Lanud Sultan Hasanuddin 2025

    Ikuti Kami