KUDUS - Malam takbiran di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kudus (Rutan Kudus) terasa kian istimewa. Demi menyemarakkan momen sakral ini sekaligus merajut kepedulian terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), jajaran Rutan Kudus menggelar aksi berbagi camilan. Kegiatan penuh makna ini dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) didampingi Karupam dan anggota regu jaga, membawa senyum dan kehangatan ke setiap sudut blok hunian.
Suasana yang tercipta di dalam blok hunian WBP sungguh berbeda malam itu. Ketertiban dan keamanan terjaga apik, berpadu dengan kehangatan khas malam takbiran yang menyelimuti. Para petugas tidak hanya sekadar membagikan camilan lezat, namun juga meluangkan waktu berharga untuk berinteraksi langsung. Sebuah sentuhan personal yang menunjukkan pendekatan humanis, sekaligus memastikan denyut keamanan dan ketertiban tetap kokoh.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kudus, Ahmad Abrori, mengungkapkan esensi di balik kegiatan ini. Ia menekankan bahwa ini adalah bagian integral dari upaya menghadirkan nuansa kebersamaan dan kepedulian di tengah perayaan hari besar keagamaan.
"Melalui kegiatan pembagian camilan di malam takbiran ini, kami ingin menghadirkan suasana kebersamaan bagi WBP meskipun berada di dalam rutan. Ini juga menjadi bentuk perhatian kami agar mereka tetap merasakan momen hari raya dengan penuh makna, " jelas Ahmad Abrori.
Lebih lanjut, Ka. KPR menambahkan bahwa momen tatap muka ini juga menjadi sarana ampuh untuk mempererat tali komunikasi antara petugas dan WBP. Sinergi ini, menurutnya, sangat krusial dalam meminimalisir potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan.
Diharapkan, melalui inisiatif seperti ini, rasa kebersamaan di antara WBP semakin terjalin erat. Lebih dari itu, tercipta pula lingkungan rutan yang senantiasa aman, tertib, dan harmonis. Rutan Kudus menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas pemasyarakatan, terutama di momen-momen krusial seperti malam takbiran yang penuh makna ini.

David Fernanda Putra