Rutan Kudus Tingkatkan Spiritual Warga Binaan Lewat Pengajian Rutin

    Rutan Kudus Tingkatkan Spiritual Warga Binaan Lewat Pengajian Rutin
    *RUTAN KUDUS GELAR PENGAJIAN, TINGKATKAN KEROHANIAN WARGA BINAAN

    Di balik jeruji besi Rutan Kelas IIB Kudus, sebuah upaya tulus terus digalakkan untuk membimbing setiap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) agar menemukan jalan menuju pribadi yang lebih baik. Saya membayangkan betapa berharganya momen-momen ini bagi mereka yang tengah berjuang untuk perubahan.

    Salah satu pilar utama dalam perjalanan spiritual ini adalah kegiatan pengajian rutin yang diselenggarakan dengan khidmat. Tujuannya sederhana namun mendalam: menguatkan iman dan memperdalam ketaqwaan para WBP Rutan Kudus. Saya percaya, kekuatan batin adalah fondasi terpenting dalam setiap perubahan.

    Suasana khusyuk terasa di Masjid At Taubah Rutan Kudus saat pengajian berlangsung. Dipimpin langsung oleh staf pembina kepribadian, Bapak Kusyono, kegiatan ini diawasi dengan cermat oleh regu jaga pagi, memastikan segala sesuatunya berjalan lancar dengan tetap mengedepankan faktor keamanan dan ketertiban. Keseriusan dalam menjaga kenyamanan dan keamanan adalah bukti kepedulian.

    Bapak Rifqi Nabris, Kasubsi Pelayanan Tahanan, menjelaskan lebih lanjut mengenai program ini. Ia menekankan bahwa pengajian rutin ini bukan sekadar agenda biasa, melainkan sebuah program yang dirancang matang untuk mendukung transformasi WBP.

    "Program rutin ini kami adakan guna mengisi semangat rohani WBP dengan keimanan dan ketaqwaan. Ketika keluar, mereka dapat mengontrol diri dan baik di masyarakat, " ujar Rifqi Nabris.

    Perjalanan spiritual dimulai dengan lantunan Asmaul Husna yang dibaca secara berjamaah, menciptakan gelombang energi positif yang menyelimuti ruangan. Kemudian, tausiah yang menggugah hati disampaikan oleh Bapak Kusyono, mengingatkan pentingnya istiqomah dalam berbuat kebaikan. Sebuah pesan yang begitu relevan bagi siapa saja yang ingin terus tumbuh.

    Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana yang aman dan tertib, mencerminkan kedisiplinan yang telah tertanam. Saya membayangkan senyum lega dan harapan baru yang terukir di wajah para WBP setelah mengikuti pengajian ini.

    rutan kudus pembinaan wbp keagamaan spiritual keamanan lapas rehabilitasi narapidana
    David Fernanda Putra

    David Fernanda Putra

    Artikel Sebelumnya

    Harmoni Idulfitri di Rutan Kudus, Hari Terakhir...

    Artikel Berikutnya

    Astekpam Jadi Wujud Komitmen Rutan Kudus...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    KemenTrans Dukung Penuntasan Kasus Korupsi Lahan Transmigrasi di Kutai Kartanegara
    Komnas HAM Desak Pemeriksaan KaBAIS Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
    AS dan Israel Terpecah Belah Soal Akhiri Perang dengan Iran
    Panglima TNI Tinjau Kecanggihan KRI Prabu Siliwangi-321 Yang Tiba dari Italia
    Polda Metro Jaya Dalami Kasus Richard Lee, Periksa Istri Tersangka sebagai Saksi

    Ikuti Kami