KUDUS - Suara merdu menggema di ruang hati, Rutan Kelas IIB Kudus tak mau ketinggalan dalam merayakan Hari Ulang Tahun Persatuan Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) yang ke-62. Partisipasi dalam lomba paduan suara ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah persembahan tulus untuk melestarikan kekayaan seni budaya Indonesia, khususnya di bidang musik vokal.
Lebih dari sekadar adu bakat, ajang ini menjadi wadah berharga untuk memupuk rasa kebersamaan, menguatkan kekompakan, serta merajut tali silaturahmi yang kian erat di antara para anggota PIPAS. Setiap tim ditantang untuk menampilkan dua repertoar: lagu daerah sebagai identitas bangsa, dan lagu pop pilihan yang bebas dieksplorasi.
Tim Paduan Suara PIPAS Rutan Kudus, yang beranggotakan 15 hingga 20 personel, tampil memukau dengan semangat membara dan kepercayaan diri yang tinggi. Mereka diberi keleluasaan untuk berkreasi dalam koreografi dan aransemen, tanpa menyentuh lirik aslinya. Penggunaan alat musik tradisional daerah pun diizinkan, sebuah langkah brilian untuk semakin mengukuhkan akar budaya lokal.
Dewan juri menilai penampilan para peserta berdasarkan berbagai aspek krusial, meliputi akurasi lirik, keselarasan tim, imajinasi dalam koreografi dan aransemen lagu daerah, ekspresi wajah yang memukau, kostum yang memanjakan mata, hingga harmoni nada yang tercipta dalam setiap lantunan.
Seluruh rangkaian lomba digelar secara virtual, di mana setiap perwakilan PIPAS dari berbagai daerah maupun pusat mengirimkan video penampilan mereka. Rekaman tersebut kemudian diserahkan ke Sekretariat PIPAS Pusat di Kantor Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk dinilai secara objektif oleh tim juri.
Melalui partisipasi ini, PIPAS Rutan Kudus berharap dapat memberikan penampilan yang memukau, turut memeriahkan HUT PIPAS ke-62 dengan semarak, sekaligus memperkokoh benteng solidaritas dan semangat kekeluargaan di antara para anggotanya.

David Fernanda Putra