Suasana khidmat menyelimuti halaman Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kudus pada Rabu, 18 Februari lalu. Seluruh jajaran pegawai berkumpul untuk sebuah momen penting: apel bersama yang dirangkaikan dengan prosesi penyematan tanda pangkat bagi tiga putra terbaiknya.
David, Ala, dan Ervin, nama-nama yang kini tersemat di pundak mereka tanda pangkat baru, resmi beralih dari golongan II/b menjadi III/a. Kenaikan pangkat ini bukan sekadar simbol, melainkan bukti nyata dedikasi tak kenal lelah dan komitmen kuat untuk terus mengasah diri melalui pendidikan formal, yang berujung pada kelulusan ujian penyesuaian ijazah.
Prosesi penyematan tanda pangkat yang dilakukan secara simbolis di hadapan seluruh peserta apel, bagaikan percikan semangat yang menyala. Ini adalah sebuah penghargaan yang tulus, sekaligus cambuk motivasi bagi setiap insan pemasyarakatan di Rutan Kudus untuk tak henti mengembangkan kapasitas diri dan profesionalisme.
“Kenaikan pangkat ini bukan sekadar perubahan tanda di pundak, tetapi juga peningkatan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan, ” ujar Kepala Rutan Kudus, Anda Tuning Supiluhu, dalam amanatnya yang menginspirasi.
“Semoga kenaikan pangkat ini menjadi penyemangat untuk terus bekerja dengan integritas, loyalitas, dan profesionalisme. Jadikan ini sebagai motivasi untuk memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi, ” tegasnya, menyentuh hati setiap hadirin.
Sorak sorai ucapan selamat dan dukungan mengalir deras, terutama untuk David, Ala, dan Ervin. Ada rasa bangga yang membuncah, bercampur haru menyaksikan rekan seperjuangan mereka meraih pengakuan atas kerja kerasnya. Doa terbaik terucap agar amanah baru ini dapat diemban dengan penuh tanggung jawab.
Dengan deretan prestasi ini, diharapkan semangat pengabdian jajaran Rutan Kudus semakin membara. Kinerja optimal dalam mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang prima, sejalan dengan nilai-nilai SEMARAK (Sehat, Maju, Religius, Aman, dan Kondusif), menjadi harapan besar yang terus dijaga dalam setiap denyut nadi tugas sehari-hari.

David Fernanda Putra